Yayasan Nurussyamsi berdiri
sejak Tahun 1988 sampai sekarang sudah memiliki lebih dari 20 Sekolah
yang terletak di sekitar Kota Depok.

Ide Dasar
Ide pertama untuk mendirikan yayasan berasal dari Bapak H. Kastubi, BA. Ide tersebut muncul atas motivasi dan kenyataan :
Pertama:
Firman
Allah SWT : “ Orang mu’min laki-laki dan perempuan sebagian mereka
menjadi pemimpin sebagian yang lain, menyeru kepada kebaikan dan
mencegah kepada kemunkaran. (QS. At-Taubah : 71).
Berdasarkan
firman Allah di atas, bahwa berbuat kebajikan serta memperhatikan nasib
generasi penerus pada hakekatnya merupakan tuntutan yang wajib dilakukan
oleh setiap muslim. Oleh karena itu perlu adanya upaya untuk
merealisasikan terwujudnya tuntutan tersebut, didorong oleh rasa
kemanusian dan tanggungjawab.
Kedua:
Kurangnya sarana
keagamaan yang memadai khususnya di kecamatan Pancoranmas pada waktu
itu. Karena kurangnya sarana keagamaan, akibatnya sulit untuk
mengkoordinasi dan menjaring kegiatan-kegiatan keagamaan di masyarakat.
Akibat selanjutnya, masyarakat menjadi tertinggal (awam) dalam hal-hal
yang berkaitan dengan pengetahuan agama. Sebelum berdirinya yayasan
masih banyak tradisi masyarakat yang bisa dikategorikan perbuatan
negatif, seperti kebiasaan berjudi melalui permainan kartu, kebiasaan
meminum minuman yang memabukkan dan lain sebagainya.
Ketiga:
Memperbaiki
mutu pendidikan masyarakat di perkotaan merupakan tugas dan kewajiban
ummat Islam dalam rangka mengisi kemerdekaan dengan amal kebaikan,
memberantas kebodohan, kekufuran dan kekafiran.
Kempat:
Telah
banyak putra-putri masyarakat Depok yang mencari ilmu ke luar daerah,
baik yang mesantren maupun kuliah di Perguruan Tinggi. Dan mereka
tentunya akan kembali ke masyarakatnya untuk mengamalkan berbagai
disiplin ilmu yang mereka dapat. Aset ini memerlukan wadah untuk
dikoordinir dengan baik.
Kelima:
Semakin derasnya tantangan
luar, baik melalui mass media maupun pergaulan sehari-hari. Di
masyarakat sedang terjadi penetrasi budaya atau Cultural Shock
(kejutan-kejutan budaya) yang dapat menggoyahkan nilai-nilai aqidah.
Seharusnya masyarakat dibekali pengetahuan agama agar dapat
merealisasikan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari, dan sekaligus
akan menjadi filter yang dapat menyaring bahkan menolak budaya-budaya
yang bertentangan dengan norma-norma agama. Agama dapat mengarahkan
manusia ke jalan yang lurus dan benar. Lewat yayasan inilah nilai-nilai
agama kami pancarkan.
Atas landasan ide dan motivasi di atas,
pembentukan yayasan dapat direalisasikan. Beberapa kali diadakan
musyawarah antara tokoh masyarakat dan para asatidz.
